Tampilkan postingan dengan label Perusahaan Tambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perusahaan Tambang. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 September 2012 0 komentar

Sebagian Kekayaan Amerika oleh Emas Papua

pit Tembagapura
Tahukah Anda ternyata sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika saat ini ternyata adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas Papua? Benar. Freeport adalah lahan sangat empuk bagi segelintir pejabat, para jenderal dan juga para politisi busuk negeri ini, yang menikmati hidup bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Sungguh, mereka ini tidak lebih baik dari seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan berjudul “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.” oleh Lisa Pease, dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Dan berikut isi uraian tulisan tersebut.


Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Freeport Sulphur (nama perusahaan itu), awalnya nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.


Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.


Agustus 1959, Ditengah situasi itu, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936.


Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu………. terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.


Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.


Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.


Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.


Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas karena Soekarno mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.


Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John F Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat.


Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.


Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.


Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan “bangsa kera” yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.


Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.


Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.


Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.


Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Tetapi Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller.


Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.


Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.


Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?


Sungguh diluar dugaan, Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.


Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!.


Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.


Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport menggandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.


Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.


Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.


Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!


Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika.


Betul betul sebuah perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!


Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.


Penulis: Effie Emzieta (KASKUS.US) (situslakalaka)


---------------------------------------------------------------------------------------------------
http://mediarasudofm.blogspot.com/2012/09/mengejutkan-amerika-ternyata-kaya-raya.html Share
Rabu, 25 Juli 2012 0 komentar

Martabe Sudah mulai Produksi Emas Kualitas Dunia

Perusahaan emas asal Hong Kong, G-Resources Group, berhasil melakukan uji coba awal pabrik pengolahan bijih (smelter) emas dan perak di tambang emasnya yang terletak di Martabe, Sumatera Utara.

"Ini menandai tonggak sejarah penting dalam perjalanan tambang emas Martabe menjadi berkelas dunia yang pertama berproduksi di Sumatera Utara," kata Manajer Komunikasi G-Resources Martabe, Katarina Hardono, kepada VIVAnews, Kamis 26 Juli 2012.

Menurut Katarina, hasil uji coba awal pabrik pengolahan bijih menghasilkan batangan emas bercampur perak pertama yang dihasilkan dari tungku di ruang pengolahan bijih, Selasa sore 24 Juli 2012.

Acara penuangan emas pertama tersebut disaksikan oleh Chairman G-Resources Group Ltd, Chiu Tao, didampingi kedua Wakil Chairman, Owen Hegarty dan Or Ching Fai, serta Presiden Direktur Peter Albert, jajaran direktur dan manajemen senior beserta staf operasional.
Selain itu, hadir bupati Tapanuli Selatan dan jajaran staf kabupaten, perwakilan pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, kegiatan uji coba di pabrik pengolahan telah berlangsung selama dua bulan. Saat ini, beberapa proses akhir produksi dan sarana penunjang terkait masih harus diselesaikan.
Sementara itu, tambang dan pabrik pengolahan akan terus meningkatkan kapasitas hingga berproduksi penuh dalam beberapa bulan ke depan.

Tambang emas Martabe terletak di sisi barat Pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah kontrak karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997.

Tambang emas Martabe memiliki sumber daya 7,86 juta ounces emas dan 73,48 juta ounces perak dan ditargetkan mulai berproduksi Juli 2012, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 ounces emas dan 2-3 juta ounces perak berbiaya rendah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sumber : viva.vo.id
Share
Minggu, 10 Juni 2012 0 komentar

PERTAMINA PANGKALAN SUSU

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia
Minyak bumi tak bisa dipisahkan dari perjuangan bangsa ini. Setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945, tugas seluruh komponen bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan dan mewujudkan kedaulatan atas tanah air beserta seluruh kekayaan alamnya. Penguasaan atas bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
B.       Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan diadakannya acara kuliah lapangan adalah
1.    Untuk melengkapi studi beberapa mata kuliah program studi S1 Teknik Pertambangan
2.    Untuk mengetahui sistem pemompaan yang ada di PT. Pertamina EP Pangkalan Susu, Sumatera Utara
3.    Untuk mengetahui pengolah minyak bumi yang ada di Termina Pertamina EP Pangkalan Susu, Sumatera Utara



BAB II
HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN

A.      Deskripsi Perusahaan
PT. PERTAMINA PERSERO Pangkalan Susu merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara di bidang pertambangan minyak dan gas (MIGAS). Perusahaa ini berada sekitar 110 km sebelah Barat Laut kota Medan atau sekitar 24 km arah Barat kota Pangkalan Berandan adalah merupakan lapangan minyak dan gas bumi tertua dalam catatan sejarah Pertambangan dan Industri Perminyakan Indonesia, yaitu sejak struktur Telaga Said ditemukan pada tanggal 31 Juli 1876 oleh Aeilko Janszoon
Zijlker, ahli perkebunan tembakau “Deli Tobacco Maatschappij” yang berkebangsaan Belanda itu. Setelah memperoleh konsensi dari Sultan Langkat (Musa) pada tanggal 8 Agustus 1883, Zijlker yang telah menghimpun dana dari beberapa temannya di Negeri Kincir Angin itu melaksanakan pengeboran sumur minyak pertama di Telaga Tiga.
Sementara itu Pertamina Lapangan EP (Eksplorasi & Produksi) Pangkalan Susu yang berdasarkan SK Direksi No dua wilayah KPTS – 070 / C0000 / 94-S8 tanggal 11 Mei 1994 telah diganti sebutannya menjadi Asset Pangkalan Susu adalah merupakan salah satu dari dua wilayah operasional Pertamina DOH NAD –Sumbagut, yaitu Asset Rantau, berkedudukan di Rantau, Aceh Timur dan Asset Pangkalan Susu berkedudukan di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tapi kini dikenal dengan sebutan Area Operasi Pangkalan Susu.
Sampai dengan tahun 1998 telah dibor sebanyak 988 sumur di wilayah Area Pangkalan Susu yang tersebar di 37 struktur tercatat sebanyak 97 sumur yang berproduksi, 237 sumur ditangguhkan dan 654 sumur berstatus ditinggalkan.
Sementara wilayah kerja Pertamina Area Operasi Hulu Pangkalan Susu di Provinsi Sumatera Utara tercatat seluas sekitar 14.211,74 Km2, termasuk di dalamnya wilayah Kabupaten Langkat yang dikuasai oleh Pertamina ada seluas 8.377.586,37 m2 sisanya berada di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Madya Binjai. Cadangan migas Area Operasi Pangkalan Susu berada di dalam cekungan Sumatera Utara. Cekungan ini merupakan cekungan Tersier yang di belahan Timur Laut dibatasi Paparan Sunda, di sebelah Selatan dibatasi Busur Asahan dan di sebelah Barat Daya dibatasi Pegunungan Bukit Barisan.
Sementara untuk kelancaran pengiriman minyak dan gas bumi dari sumursumur migas yang bertebaran di struktur-struktur produktif sampai ke Tank Meter dan tempat penampungan di Tank Yard, Bukit Khayangan, Pangkalan Susu yang nantinya akan disalurkan ke kilang BBM UP-I Pangkalan Berandan dan kilang lainnya, termasuk pengiriman gas untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan sebagainya, di Area Operasi Pangkalan Susu terdapat sebanyak 6 (enam) Stasiun Pengumpul / Stasiun Kompressor (SP/SK) yang dilengkapi dengan 32 unit kompressor dari berbagai jenis dan ukuran. Kompressorkompressor tersebut dipergunakan untuk melayani pasokan migas dari struktur struktur yang ada di Area Operasi Rantau, Aceh Tamiang, dan dari struktur di Area Operasi Pangkalan Susu untuk disimpan di Tank Yard, Bukit Khayangan, Pangkalan Susu atau langsung dikirim ke kilang BBM di Pangkalan Berandan atau dikapalkanke kilang BBM di Cilacap / Lawi-lawi.
Pelabuhan Minyak Pangkalan Susu yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1898 adalah merupakan pelabuhan pengekspor minyak tertua di Indonesia yang peraiannya tidak dapat dimasuki oleh Tanker berukuran besar, maka dibangun Single Bouy Mooring di lepas pantai Teluk Haru, kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang miniaturnya dapat dilihat dalam bentuk Tugu di tepi jalan raya lintas Sumatera, tepatnya di Simpang Tiga Pangkalan Susu Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan satu-satunya jalan masuk ke kota Pangkalan Susu (Pusat Perkantoran Pertamina Area Operasi Pangkalan Susu).

B.       Deskripsi Lapangan
Stopsite 3
Tempat                 : PT Pertamina EP Pangkalan Susu
Tanggal/pukul      : 28 Mei 2012/09.20 wib
Cuaca                   : Cerah
            Kegiatan kunjungan yang dilakukan terdiri dari tiga lokasi, yang pertama di kantor PT Pertamina EP Pangkalan Susu, kedua di lokasi tambang minyak bumi, dan yang ketiga di stasiun pengolahan.


BAB III
PEMBAHASAN

A.    Sistem Pemompaan
Apabila sumur tersebut sembur alam, maka tidak diperlukan lagi suatu pompa untuk mengangkat fluida tersebut ke atas, sehingga dapat langsung di alirkan ke separator.  Lain halnya dengan sumur yang tidak sembur alam, pada tipe inilah pompa  diperlukan. Di Pit 15 Pertamina Field Pangkalan Susu menggunakan sistem pemompaan berjenis Gas Lift, Sucker Rod Pump, ESP.
1.      Gas Lift
Gas Lift memungkinkan mengalirkan sumur dengan meringankan kolom cairan (fluid column). Ini dapat dilakukan dengan secara terus-menerus atau intermite. Gas lift dapat menggunakan sebuah plunger untuk meningkatkan efisiensi. Dikendalikan dengan tingkat gas atau waktu siklus, diman Gas lift yang terus-menerus.
2.      SRP (Sucker Rod Pump) Lift
Sucker Rod Pumps (SRP) merupakan bentuk sistem artificial lift yang paling lazim. Mereka dikendalikan oleh pump stroke dan pump rate.
3.      ESP Lift
Electric Submersible Pumps (ESP) memampukan mengalirkan sumur dengan menambahkan tekanan pada cairan out-flow (aliran keluar) tanpa menambahkan cairan. Terkendalai hingga derajat tertentu melalui kendali terhadap kecepatan.

B.       Sistem Pengolahan
Setelah minyak bumi  di keluarkan dari batuan reservoirnya, selanjutnya untuk mendapatkan minyak bumi mentah yang bersih dari materi yang tidak diinginkan, maka harus melalui tahap pengolahan terlebih dahulu.
Minyak bumi dari hasil pemompaan memasuki Separator untuk memisahkan fase gas dan liquidnya. Selanjutnya fase gas disaring lagi oleh Scrubber lalu memasuki kompresor sebagai alat pendistribusi gas agar dapat digunakan sebagai penginjeksi pada pompa dan sebagian lagi ada juga yang dipasarkan. Sedangkan fase liquidnya dimasukan ke kilang minyak untuk dipisahkan air dan minyak buminya. Selanjutnya minyak bumi yang bersih akan mengalami pengolahan lebih lanjut lagi.


BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
 Berdasarkan kegiatan kuliah lapangan yang dilakukan maka dapat disimpulkan:
1.    Minyak bumi dari hasil penambangan diolah guna memperoleh minyak bumi yang bebas dari materi yang tidak dibutuhkan.
2.    Sistem pemompaan yang digunakan di PT Pertamina Pangkalan Susu yaitu Gas Lift, Sucker Rod Pump dan ESP













DAFTAR PUSTAKA
Ansosry . 2012 . Resume PT PERTAMINA EP Pangkalan Susu























Share
Kamis, 07 Juni 2012 0 komentar

Laporan ekskursi lapangan PT Agincourt Resource

PT AGINCOURT RESOURCES
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Kita ketahui bersama bahwa logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi tertua sepanjang sejarah umat manusia. Sejak zaman dahulu, logam mulia telah menjadi alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam kurun waktu yang panjang. Salah satu logam mulia yang bernilai tinggi ialah emas. Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa dan negara, emas tetap menunjukkan keperkasaannya.
Di alam, emas umumnya ditemukan dalam bentuk logam bebas  yang  terdapat  di  dalam retakan-retakan batuan kuarsa dan dalam bentuk batuan mineral. Emas juga ditemukan dalam bentuk emas alluvial yang terbentuk karena proses pelapukan terhadap batuan-batuan yang mengandung emas (gold-bearing rocks) (Lucas, 1985). Kelimpahan relatif emas didalam kerak bumi diperkirakan sebesar 0,004 g/ton, termasuk sekitar 0,001 g/ton terdapat didalam perairan laut. Pada industri, emas diperoleh dengan cara mengisolasinya dari batuan bijih emas. Menurut Greenwood dkk (1989), batuan bijih emas yang layak untuk dieksploitasi sebagai industri tambang emas, kandungan emasnya sekitar 25 g/ton.
Indonesia merupakan surga bagi penambang. Dikarenakan kondisi geologis Indonesia yang penuh dengan proses mineralisasi. Sehingga menghasilkan banyak bahan galian yang terbentuk. Salah satunya emas.
B.       Tujuan
Tujuan pembuatan Laporan Perjalanan “Ekskursi Regional Tambang Sumatera Utara di Perusahaan PT. Agincourt Resources” adalah :
1.    Memenuhi Tugas Akhir Semester IV (empat). Yang terdiri dari 4 mata kuliah yaitu, Geologi Struktur, Petrologi, Hidrogeologi, dan Ilmu Ukur Tambang
2.    Mengenal PT. Agincourt Resources yang bergerak di usaha pertambangan emas.
3.    Mengetahui proses penambangan emas di PT. Agincourt Resources.


BAB II
HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN
A.      Deskripsi Perusahaan
PT. Agincourt Resources adalah anak perusahaan dari G-Resources. G Resources merupakan perusahaan asal Hong Kong yang bergerak di bidang pertambang emas. Telah mengakuisisi kelas dunia, Martabe emas-perak proyek di Sumatra Utara, Indonesia. Masih dalam tahap pembangunan, Martabe diperkirakan perdagangan commissioning pada akhir 2010 dengan menuangkan emas pertama pada awal 2011. Perusahaan ini mampu memproduksi pada tingkat 250.000 oz emas dan 3M oz perak per tahun. Martabe dengan basis sumber daya (cadangan) dari 6.5M oz emas dan 3M oz perak per tahun. Martabe dengan basis sumber daya dari 6.5M oz emas dan perak 66m oz akan membentuk aset inti utama, yang akan diharapkan mampu bersaing di kawasan Asia-Pasifik. G-Resources tengah berusaha untuk mengembangkan produksinya menjadi lebih dari satu juta ons emas per tahun melalui eksplorasi dari proyek Martabe. Sangat prospektif dan melalui akuisisi aset emas berkualitas lainnya.
B.       Deskripsi Lapangan
Wilayah Izin Usaha Pertambangan PTAR (MARTABE) berlokasi di desa Aek Pinang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Secara astronomis berada pada daerah yang terletak pada 1°25´17´´LU - 1°32´17´´LS dan 99°03´40´´BT - 99°15´00´´ BT. Untuk bisa sampai di lokasi G-Resources (MARTABE) dapat ditempuh melalui jalur darat dan udara. Dari kota Padang menuju daerah Batang Toru dapat di tempuh dengan menggunakan bus melalui lintas Sumatera dengan waktu tempuh ±12 jam.
Jika melaui jalur udara dari kota Padang dapat ditempuh dengan jalur udara, dan transit terlebih dahulu di Medan menggunakan pesawat perintis dan menghabiskan waktu  ± 2 jam.

1.    Keadaan Topografi
Secara umum di daerah penambangan mempunyai topografi berupa daerah pegunungan yang menjajaki pegunungan bukit barisan dengan ketinggian ± 500 meter dpal, sedangkan puncaknya di bagian utara dengan elevasi tertinggi 750 meter dpal.
2.    Iklim dan Curah Hujan
Kecamatan Batang Toru memiliki iklim dan curah hujan yang tidak berbeda dengan daerah iklim tropis lainnya. Hanya memiliki dua musim yaitu, hujan dan kemarau.
3.    Keadaan Geologi
a.         Geologi Regional
Proyek Martabe terletak didalam Busur Vulkanik Cainozioc Sumatera, yang memanjang dari barat laut Jawa-Sunda-Banda, yang panjangnya lebih dari 1.600 km. Subduksi dari lempeng Samudera Hindia terjadi sepanjang busur Sunda-Banda. Sistem Sesar Sumatera bejalan di sepanjang pulau, dan melewati 10 kilometer di sebelah timur Martabe Gerakan Dextral Strike Slip diperkirakan hingga 400 km. SFS sangat tersegmentasi dengan banyak offse umum melebihi 10 km. Aktifitas hidrotermal yang berhubungan  dengan system ini ditafsirkan sebagai mekanisme utama badi pembentukan deposit emas Martabe.
b.        Geologi Lokal
Kondisi geologi di daerah Martabe didominasi oleh Miocenedome Complex, terdiri dari dasit yang dikelilingi oleh lava fragmmentalis dan underline oleh tufa, sedimen, aglomerat, lava andesit dan basaltic. Geologi dan mineralisasi utama dikontrol oleh fault yang merupakan bagian dari SFS. Batuan tertua di daerha tersebut merupakan masa dari Palezoikum meta-sedimen batuan dari Grup Tapanuli. Batuan ini mendasari Vulkanik Tersier dan unit sedimen. Bagian Timur daerah ini didominasi oleh granit, intrusi magma dan kontak fault dengan batuan yang lebih tua.
Formasi Barus, sebagian besar konglomerat dan batupasir dengan siltstones dan serpih kecil, dari pemboran dan pemetaan terlihat bahwa formasi ini banyak mendominasi di daerah Martabe.














BAB III
PEMBAHASAN
A.      Cadangan Emas di PT. Agincourt Resources
Jumlah cadangan emas yang terdapat di lokasi WIUP G-RESOURCES pada bulan Juni 2008 sebesar 2,9 MT untuk cadangan terukur, 1,7 MT untuk cadangan terunjuk dan 86,6 MT untuk cadangan tereka. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 1 Cadangan Emas G-RESOURCES (Juni 2008)
Daerah
Cadangan gram per ton (MT)
Terukur (measured)
Terunjuk (indicated)
Tereka (inferred)
Pit 1
3,6
47,7
39,7
Ramba Joring
-
-
36,6
Barani
-
-
10,4
Total
3,6
47,7
86,7

B.       Metode Penambangan
Pada umumnya metode penambangan dibagi menjadi dua yaitu tambang terbuka (Surface Mining) dan tambang bawah tanah (Underground Mining). Tambang terbuka yaitu pekerja dapat berhubungan langsung dengan udara luar, sedangkan tambang bawah tanah dengan membuat jalan udara (ventilasi).
Di G-Resources diterapkan metode penambangan terbuka

C.    Kegiatan Penambangan
Saat ini kegiatan penambangan yang sedang berlangsung adalah pada tahapan eksplorasi pemboran dan pengupasan overburden. Rencana selanjutnya dilakukan dengan kombinasi excavator dan dump truck. Bahan galian yang diangkut di preparasi kemudian dilakukan kosentrasi dan dewatering mineral yang pada akhirnya menjadi produk berupa emas batangan.


D.      Perecanaan Tambang
Kegiatan penambangan akan dilakukan dengan metode penambangan terbuka (Surface Mining).































 
 




BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
PT. Agincourt Resources adalah anak perusahaan dari G-Resources. G Resources merupakan perusahaan asal Hong Kong yang bergerak di bidang pertambang emas.
Wilayah Izin Usaha Pertambangan PTAR (MARTABE) berlokasi di desa Aek Pinang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Secara astronomis berada pada daerah yang terletak pada 1°25´17´´LU - 1°32´17´´LS dan 99°03´40´´BT - 99°15´00´´ BT.


DAFTAR PUSTAKA


Ansosry. 2012. Kuliah Lapangan di PT. Agincourt Resources. Padang: Self Published
Anonim. 2012. G-Resources Presentation. Batang Toru: Self Published




                                                                                   
Share
 
;