Jumat, 27 Desember 2013

Tambang Bawah Tanah

Tambang Bawah Tanah
1. Teori Dasar
Tambang bawah tanah (tambang dalam) adalah metoda penambangan yang segala kegiatan penambangan dilakukan di bawah permukaan bumi / tidak berhubungan dengan udara luar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan sistem tambang Bawah Tanah :
1. Panjang Tebal dan lebar cebakan.
Berpengaruh utk menentuikan dimensi stope maksimum yaitu yg dikenal sbg minimum stoping width.
2. Kemiringan Cebakan
Menentukan kemungkinan memanfaatkan gravitasi dlm operasinya.
3. Kedalaman Operasi
Rock Failure mjd lebih memungkinkan pd kedalaman yg besar.
4. Faktor waktu
Berpengaruh pd strenght stress ratio pd exposed rock. Semakin lama waktu pilar berdiri mk ssr semakin turun
5. Kadar cebakan
Cebakan kdr rendah perlu met produksi besar yg sering melupakan %tase recovery, ceb kdr tinggi memerlukan met yg menjamin recovery tinggi.
6. Fasilitas lokal yg meliput buruh dan material.
Biaya buruh mahal mk memerlukan met yg mpy mekanisme tinggi. Ketersediaan timber dan material filling juga berpengaruh.
7. Modal yg tersedia.
Modal kerja awal besar mk biaya operasi rendah. Perusahaan dgn modal kecil memerlukan development yg murah dan metode yang cepat mendapatkan hasil.
8. Batas dgn badan bijih lain.
Tingkat tegangan yg tinggi mungkin timbul pd pilar di perm kerja yg berdekatan mk diperlukan filling pd stope bekas penambangan utk mengurangi tegangan yg tinggi.
9. Strength dan karakteristik phisik bijih dan batuan atau material yg berada di atas bjh.
Berpengaruh pd kompetensi, amblesan, kemudahan pemboran, karakteristik breaking, cara handling, ventilasi dan pemompaan.

Karakteristik-Karakteristik tsb termasuk :
Tipe batuan, tipe dan penyebaran alterasi, weaknesses seperti (perlapisan schistocity belahan min patahan jointing cavities dan spasi),weaknesses sepanjang ddg cebakan, kecenderungan min berharga menghasilkan rich fines atau mud, kecenderungan BO utk memadat/menggumpal, kecenderungan BO teroksidasi dan terbakar, Terjadinya swelling pd lantai, Abrasiveness, terdapatnya air porositas dan permeabilitas cebakan dan bat sekitarnya.

10. Biaya Penambangan
berkaitan dgn nilai bijih yg di Tambang, periode modal kerja bisa diperoleh kembali, tipe keahlian buruh yg tersedia.
11. Produktivitas Dinyatakan dlm ton per man shift yaitu menyatakan kemampuan setiap tenaga kerja menghasilkan BO setiap gilir kerja.
12. Masalah Lingkungan Keamblesan, berkurangnya hutan lokal utk penyanggaan, kualitas dumpsite dll.


Sistem-Sistem Tambang Bawah Tanah:
1. Stope dgn penyanggaan alamiah:
1.1 Open Stope Overhand Stoping:
Aplikasi:
- Endapan dgn tebal 3-4 m
- Dip 50 yg memungkinkan memanfaatkan gravitasi pd pemindahan bo
- Sbg metode keuntungan utk menganbil badan bjh yg terpisah dr bb utama atau bag dr bb utama yg memberikan kondisi yg cocok.
- Hangingwall dan footwall kompeten utk mengurangi pemakaian ore pilar.
- Bijih kompeten
- Pd urat dgn kemiringan besar >50 pekerja tdk bias berdiridi footwall shg perlu membuat platform utk berpijak

Keuntungan :
- Pos back tdk bahaya krn penambangan mengikuti back shg interval level bisa > dibanding open stope underhand stoping
- Sorting sistematis
- Waste mudah ditumpuk pd daerah tambang
- Kondisi kerja aman, kondisi aplikasi elatis
- pd kemiringan yg kecil Bro ore jatuh pd haulage drive scr gravitasi

Kerugian :
- Unjuk pemboran turun
- Dip > 45 diperlukan patform utk berpijak
- Material penyangga banyak
- kehilangan bjh uk hls kadar tinggi lebih besar

1.2 Open Stope Breast stoping (Stop and Pillar):
Aplikasi:
- Cebakan tdk bernilai tinggi yg mengijinkan sejumlah bijih ditinggal sbg pilar
- Ketebalan < 7m - Cebakan > 7 m mungkin ditambang ttp loss bjh dan atap runtuh semakin besar
- Dip 20-50: horizon mining yaitu stope n pillar yg diterapkan utk cebakan mendatar/ hampir datar
inclined : 20 –30, penambangan searah kemiringan dan tdk memungkinkan pemakaian mobile equipment step mining : 30-50, penamabangan scr berurutan utk menghasilkan daerah kerja dgn kemiringan yg memungkinkan menggunakan mobile equipment.
- Batuan atap dan lantai kuat, utk meminimalkan pemakaian pilar
- Bijih hrs kuat utk mengurangi lebar pilar
- Kedalaman tdk terlalu besar utk mengurangi beban yg harus disangga pilar

Keuntungan :
- biaya rendah
- memungkinkan seleksi pd stope dan waste ditinggal pd ruang kosong
- memungkinkan melakukan mekanisasi dr drilling sampai loading dgn used trackless
- development cepat dan dev dilakukan pd bijih itu sendiri
Kerugian :
- kehilangan bijih pd pilar sampai 40% jk dgn pilar robbing mjd 20%
- Bahaya runtuhan dr hanggingwall, dan bila hangingwall mpy joint dan crack yg sejajar memungkinkan runtuhan slab bat yg besar.
- Daerah ventilasi sangat luas.

1.3 Sublevel stoping:
Aplikasi:
- dip 50-90 (steeply) yaitu kemiringan fw> drpd sudut gelincir bo
- hanging dan fotter hrs kompeten
- bjh hrs kompeten
- bjh dgn batas penyebaran kadar merata
- bjh sulfur butuh penanganan flotasi

Keuntungan :
- mengurangi drilling delay utk peledakan,scaling, mucking
- pemb scr kontinue pd dev.
- Longhole driller dpt diledakan di seluruh stope utk give bro ore yg banyak.
- Fleksibel
- Aman dr kebakaran

Kerugian :
- tdk mungkin melakukan sorting scr efektif
- blok bro ore besar bisa menyumbat grawpoints
- ventilasi susah
- rongga yang besar
- losses dan dilusi besar
- memerlukan periode yg lama sblm stope berprod


2. Stope dgn penyanggaan buatan:
2.1 Cut and fill stoping
Aplikasi:
- utk menggantikan sublevel stoping dan shrinkage stoping pd penambangan yg sangat dlm dimana tegangan batuan mjd sangat besar.
- batubara kompeten
- hanging dan foot boleh tdk kompeten mengingat mereka akan hampir scr lanmgsung disangga dgn material filling
- bjh dgn batas yg tdk teratur dan bjh yg discontinue, mk dilakukan penambangan pd bijih kadar tinggi dan meninggalkan bijih kadar rendah sbg filling
- utk mengambil pilar kadar tinggi
- dip <65 -="" :="" bisa="" dilusi="" filling="" keuntungan="" memberi="" menyebabkan="" metode="" selektifitas="" tk=""> tinggi dibanding shringkage dan sublevel stoping
- ventilasi mudah diatur
- dilusi seminimum mungkin
- dinding antara 2 stope yg berdekatan bias lebih tipis disbanding metode stoping yg lain
- stope fleksibel mengikuti ceb sempit kadar tinggi
- stope stabil krn ddg yg lemah disangga dgn waste filling

Kerugian :
- butuh material filling mahal
- butuh buruh banyak utk menangani filling
- butuh banyak air utk pulp
- lebih mahal disbanding shrinkage dan sublevel stoping
- semen dan psr halus utk filling bias menyumbat pompa/pipa
- output dr stope terbatas krn adanya kegiatan filling

2.2 Shringkage stoping
Shrikage stoping adalah sistem penggaliannya dilakukan secara over hand. Shrinkage stoping diterapkan untuk badan bijih yang besar, kemiringan 50˚-90˚ (sleeply). Metode ini terletak antara kelas open stope dan filled stope. Bijih dihancurkan secara metode overhand dan dibiarkan terkumpul dalam stope. Mengingat bijih akan mengembang dila dihancurkan makia sekitar 35% dari volume batuan yang dihancurkan setiap peledakan harus diambil untuk memberikan ruangan yang cukup dagi pekerja untuk bekerja diantara bagian atas bijih lepas dengan atap.

2.3 Square-set stoping
Adalah penambangan secara overhand stoping dengan memakai penyangga kayu berbentuk segiempat. Setiap kemajuan stope selalu diikuti dengan penyanggaan.
Digunakan untuk :
Endapan bijih berbentuk vein
Bijih dan batuan samping lemah (mudah retak)
Nilai bijih tinggi, karena biaya mahal
Lebar bijih minimal 3 meter

2.4 stull stoping
Adalah penambangan yang biasa dilakukan baik secara overhand maupun underhand. Penyanggaan memakai balok kayu yang dipasang melintang menghubungkan footwall dan hanging wall. Setiap kemajuan selalu diikuti dengan penyanggaan.
Persyaratan :
Untuk endapan bijih berbentuk vein
Bijih dan batuan samping lemah (mudah retak)
Nilai bijih tinggi, karena biaya mahal
Lebar bijih 1-2 meter, atau sampai batas panjang balok


2.5 longwall mining
long wall mining adalah sistim penambangan batuabara berbentuk lubang buka (lihat Longwall) berbentuk “Dinding Panjang” atau “ Ruang Panjang” . Sistim ini memotong batubara dengan alat potong berputar biasanya bertenaga hidrolis dimana pekerja dan peralatan aktif disangga dengan penyangga hidrolik berbentuk tiang penyangga dan payung (kanopi) yang dimajukan mengikuti kemajuan pemotongan batuabara. Atap lubang buka dibelakang alat penyangga dibiarkan ambruk. Sistim penambangan longwall lama menggunakan cara peledakan untuk mengekstraksi (merontokkan) batubara dimana lubang aktif disangga dengan tiang-tiang hidrolis, atau tiang mekanis ataupun balok-balok kayu. Batubara yang dirontokkan dipermukaan tambang ditampung oleh rangkaian pelat-pelat yang digerakkan dengan rantai (stage loader) dan seterusnya masuk kedalam conveyor pengangkut menuju permukaan.

Metode caving:
- Sub level caving
- Block caving

Open stope alamiah:
- Cebakan dgn bijih dan dinding yg kuat, kecuali pd ceb yg tipis yg datar/ sedikit miring dimana dpt di Tambang dgn sistem mundur
- Penyangga brp bijih shg bijih tdk dpt diambil.
- Penambangan scr selektif
- Pd cebakan datar, dimungkinkan melakukan sortasi bijih di bwh tnh, sedang utk steep dip sortasi dilakukan scr terbatas
- Terbatas pd cebakan tabular dgn btk teratur, ddg batas jelas ttp bias juga utk cebakan besar, menggumpal, irregular.

Share

0 komentar:

Posting Komentar

Thanks buat semua yang sudah kasih komentar

 
;