Rabu, 02 November 2011

DESKRIPSI MINERALOGI

meliputi diskripsi dari seluruh mineral dan terutama mineral yang memiliki nilai ekonomi saja. Mineral-mineral dalam modul ini berdasarkam komposisi kimianya sehingga tersusun sebagai berikut :
  1. Elemen –elemen natif
  2. Sulfida
  3. Halida
  4. Oksida dan hidroksida
  5. Karbonat
  6. Nitrat
  7. Tungsten dan molibden
  8. Phaspat, arsenat dan vanadian
  9. Sulfat
  10. Borak
  11. Silikat
Diskripsi mineral-mineral ini meliputi beberapa sifat fisik dan sifat optik, seperti :
Nama , rumus kimia
: penamaan mineral yang telah dikenal berikut rumus kimianya
Sistem kristal
: seperti triklin
Belahan
: sempurna (010)
Kekerasan
: berdasarkan skala Mosh yaitu 1-10
Berat jenis (BJ)
: dalam gram /cm3
Kilap
: seperti kilap logam
Warna
: warna asli mineral itu sendiri
Gores
: warna dalam bentuk serbuk halus
Optik
: sifat mineral dibawah mikroskop
Terdapatnya
: peristiwa yang menyebabkan terbentuknya mineral terebut.

4.1. elemen-elemen natif
Emas -au

Sistem kristal
: isometrik
Belahan
: tidak ada
Kekerasan
: 2,5-3
Berat jenis (BJ)
: 19,3
Kilap
: logam
Warna
: kuning
Gores
: kuning
Optik
: opak, isotrop
Terdapatnya
: terutama di dalam urat-urat hidrothermal, umumnya berasosiasi dengan mineral sulfida dan di dalam endapan-endapan letakan (placer).

perak - Ag

Sistem kristal
: isometri
Belahan
: tidak ada
Kekerasan
: 1,5-3
Berat jenis (BJ)
: 10,5
Kilap
: logam
Warna
: putih
Gores
: putih
Optik
: opak, isotrop
Terdapatnya
: di dalam zona-zona oksidasi dari endapan-endapan bijih. Terbentuk karena proses hidrotermal

Tembaga - Cu

Sistem kristal
: isometri
Belahan
: tidak ada
Kekerasan
: 1,5-3
Berat jenis (BJ)
: 8,9
Kilap
: logam
Warna
: merah muda, kusam  yang cepat menjadi merah tembaga, dan kemudian berubah menjadi coklat
Gores
: hitam logam
Optik
: opak, isotrop
Terdapatnya
: terutama di dalam zona oksidasi dari endapan bijih sulfida. Batuan sedimen yang berdekatan dengan ekstrusif basa, dan di dalam rongga-rongga batuan basal.
platina - pt

Sistem kristal
: isometri
Belahan
: tidak ada
Kekerasan
: 4-4,5
Berat jenis (BJ)
: 21,4
Kilap
: logam
Warna
: putih abu-abu sampai abu-abu terang
Gores
: abu-abu
Optik
: opak, isotrop
Terdapatnya
: Magma ultra basa dan di dalam endapan – endapan letakan.

besi - fe

Sistem kristal
: isometrik
Belahan
: tidak ada (010)
Kekerasan
: 4
Berat jenis (BJ)
: 7,3-7,8
Kilap
: logam
Warna
: putih abu-abu sampai hitam
Gores
: abu-abu
Optik
: opak, isotrop
Terdapatnya
: besi banyak terkandung di dalam batuan meteorik. Sedikit di dalam batuan basal.

arsen - as

Sistem kristal
: heksagonal
Belahan
: sempurna (0001)
Kekerasan
: 3,5
Berat jenis (BJ)
: 5.75
Kilap
: logam
Warna
: putih timah sampai abu-abu gelap
Gores
: abu-abu
Optik
: opak, pleokroisme lemah
Terdapatnya
: pada urat-urat hidrothermal, juga didapatkan pada urat-urat batuan berkristal yang berasosiasi dengan nikel, atau perak.

antimon - sb

Sistem kristal
: heksagonal
Belahan
: sempurna (0001)
Kekerasan
: 3-3,5
Berat jenis (BJ)
: 6,68
Kilap
: logam
Warna
: putih timah
Gores
: abu-abu
Optik
: opak, pleokroisme sangat lemah
Terdapatnya
: proses hidrotermal dengan lingkungan temperatur yang tinggi. Sering terdapat bersamaan dengan urat-urat perak , nikel atau timah.

bismut - bi

Sistem kristal
: trigonal
Belahan
: sempurna (0001) baik (0001)
Kekerasan
: 2-2,5
Berat jenis (BJ)
: 9,8
Kilap
: logam
Warna
: putih timah dengan warna merah muda pucat
Gores
: putih
Optik
: -
Terdapatnya
:dalam urat-urat hidrotermal yang berasosiasi dengan mineral perak, nikel, dan timah. Pada pegamtit urat-urat kuarsa dan endapan letakan.

belerang-s

Sistem kristal
: ortorombik
Belahan
: tidak sempurna
Kekerasan
: 1,5-2,5
Berat jenis (BJ)
: 2,1
Kilap
: mendamar sampai melemak
Warna
: kuning belerang sampai coklat kekuningan
Gores
: putih
Optik
: α = 1,9579 , β = 2, 0377, γ = 2,2452 so+
Terdapatnya
: terutama di dalam endapan yang berhubungan dengan proses volkanik atau mata air panas. Di dalam batuan sedimen di dalam kubah gram dan sebagai mineral sekunder dalam endapan bijih.

intan - c

Sistem kristal
: isometrik
Belahan
: sempurna (111)
Kekerasan
: 10
Berat jenis (BJ)
: 3,5
Kilap
: intan sampai lemak
Warna
: bening, putih sampai putih kebiruan, abu-abu, kuning, coklat, orange, merah muda, merah, merah, biru, hijau, hitam.
Gores
: -
Optik
: cerah, isotrop
Terdapatnya
: terutama terdapat pipa-pipa kimberlit, berksiasi, sering di serpentin dan endapan bawah laut yang kaya inklusi inklusi, berbentuk selinder yang membundar,(pipa) dan juga dike, lokasi dalam lempeng benua . Banyak intan merupakan hasil endapan letakan.

grafit-c

Sistem kristal
: heksagonal
Belahan
: -
Kekerasan
: 1-2
Berat jenis (BJ)
: 2,2
Kilap
: tanah sampai logam
Warna
: hitam besi sampai abu-abu baja
Gores
: hitam
Optik
: opak
Terdapatnya
: terutama batuan metamorfosa regional atau kontak, seperti marmer, skis, dan gneis, juga dalam batubara yang termetamorfosakan. Kadang- kadang berasosiasi dengan batuan beku basa dan dengan dike pegamtite dan urat-urat kuarsa.

4.2. SULFIDA
ARGENIT – Ag2s

Sistem kristal
: isometrik
Belahan
: tidak jelas {001} dan{011}
Kekerasan
: 2-2,5
Berat jenis (BJ)
: 7,04
Kilap
: logam
Warna
: hitam sampai abu-abu gelap
Gores
: hitam
Optik
: opak, anisotrop , abu-abu sampai putih
Terdapatnya



: banyak banyak terdapat di bijih perak primer. Terjadi dalam epitermal sepanjang endapan urat-urat sulfida dengan perak merah delima (pirargirit dan polibasit).
kalkosit – cu2S
Sistem kristal
: ortorombik
Belahan
: tidak jelas {011}
Kekerasan
: 2,5-3
Berat jenis (BJ)
: 5,77
Kilap
: logam
Warna
: abu-abu kehitaman sampai hitam
Gores
: abu-abu kehitaman
Optik
: opak, putih kebiruan, anisotrop
Terdapatnya
: salah satu dari mineral tembaga sekunder dari zona supergen pengayaan dari urat-urat sulfida, atau kalkopirit dan pirit memperluas pada daerah yang lebih besar. Mungkin juga berasosiasi dengan bijih tembaga, malachit, azurit, kuprit dan tembaga nativ. Kadang – kadang bersama dari perak. Kalkosit mungkin juga sebuah mineral primer dari urat-urat sulfida, penggantian dari bornit.

bornit – cu2fes4
Sistem kristal
: tetragonal
Belahan
: dalam jejak {111}
Kekerasan
: 3
Berat jenis (BJ)
: 5,0
Kilap
: logam
Warna
: merah tembagaatau perunggu
Gores
:  hitam keabu-abuan yang terang
Optik
: opak, isotrop, coklat kemerahan
Terdapatnya
: berasal dari mineral-mineral bijih primer dan percampuran urat-urat sulfida . Jarang dari hasil alterasi  supergen. Kadang-kadang dapat terjadi dalam lingkungan temperatur tinggi dari pegmatit.

galena - pbs
Sistem kristal
: isometrik
Belahan
: sempurna{001}
Kekerasan
: 2,5
Berat jenis (BJ)
: 7,58
Kilap
: logam
Warna
: abu-abu timah
Gores
: abu-abu timah
Optik
: opak, isotrop
Terdapatnya
: dalam urat – urat hidrothermal dengan spalerit, kalkopirit, pirit, lain-lain sulfida, kuarsa, kalsit, dolomit, barit, dan flourit.

spalerit - zns

Sistem kristal
:
Kubik
Belahan
:
Sempurna {110}
Kekerasan
:
3,5-4
Berat jenis (BJ)
:
3,9-4,3
Kilap
:
Damar sanmpai sub logam
Warna
:
Merah jingga sampai mendekati hitam
Gores
:
Coklat sampai kuning
Optik
:
Cerah, isotrop, n = 2,36-2,47
Terdapatnya
:
Mineral utama dari seng. Ditemukan sepanjang urat-urat mesotermal dengan galena dan lainnya sulfida





kalkopirit - cufes

Sistem kristal
:
Tetragonal
Belahan
:
Tidak jelas {011}
Kekerasan
:
3,5-4
Berat jenis (BJ)
:
4,28
Kilap
:
Logam
Warna
:
Kuning terang sering dengan coklat
Gores
:
Hitam kehijauan
Optik
:
Opak, anisotrop lemah, kuning muda
Terdapatnya
:
Terbanyak bersama tembaga dan lebih sedikit bersama sulfida . Sebagai mineral bijih primer berkarakteristik hipotermal dan urat-urat mesotermal bertemperatur lebih tinggi. Juga terbentuk di bawah kondisi epitermal ke duanya dalam urat dan berbentuk kristal.






millerit - nis
Sistem kristal
:
Trigonal

Belahan
:
Sempurna {1011} dan{0112}

Kekerasan
:
3-3,5

Berat jenis (BJ)
:
5,5

Kilap
:
Logam

Warna
:
Kuning terang muda

Gores
:
Hitam kehijauan

Optik
:
Opak, kuning muda

Terdapatnya
:
Pembentukan mineral pada temperatur rendah oleh alterasi dari mineral nikel


kovelit - cus

Sistem kristal
:
Heksagonal

Belahan
:
Segala arah

Kekerasan
:
1,5-2

Berat jenis (BJ)
:
4,6

Kilap
:
Sub logam sampai damar

Warna
:
Biru

Gores
:
Abu-abu sampai hitam

Optik
:
Cerah dan pleokroik dalam hijau, so+

Terdapatnya
:
Sebagai hasil pengayaan sekunder dan urat-urat bijih tembaga, berasosiasi dengan kalkopirit, bornit.


sinabar - hgs


Sistem kristal
:
trigonal
Belahan
:
Sempurna {1010}
Kekerasan
:
2-2,5
Berat jenis (BJ)
:
8,09
Kilap
:
Intan
Warna
:
Merah sampai merah kecoklatan
Gores
:
Merah menyala
Optik
:
Cerah, merah, so+
Terdapatnya
:
Dari daerah air panas berasosiasi dengan batuan batuan volkanik muda dan dalam lingkungan temperatur rendah.

pirit – fes2

Sistem kristal
:
Kubik

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
6-6,5

Berat jenis (BJ)
:
5,01

Kilap
:
Logam

Warna
:
Kuning terang muda

Gores
:
Hitam kehijauan

Optik
:
Opak, krem muda-kuning, isotrop

Terdapatnya
:
Sebagai mineral sulfida yang terbanyak dan terluas di dalam batuan hampir semua umur. Ia ditemukan dalam urat-urat endapan temperatur rendah sampai temperatur rendah sampai temperatur tinggi. Di dalam batuan beku dan pegmatit, juga di dalam batuan metamorfosa dan sidemen.  


molibdenit – mos2
Sistem kristal
:
Heksagonal

Belahan
:
Tidak sempurna {0001}

Kekerasan
:
1-1,5

Berat jenis (BJ)
:
4,7

Kilap
:
Logam

Warna
:
Abu-abu

Gores
:
Abu-abu kehijauan

Optik
:
Opak

Terdapatnya
:
Karakteristik dari pegmatit fasa kegiatan batuan beku, berasosiasi dengan batuan granit tau pegmatit atau dengan dengan urat-urat kasiterit , wolframit, topas, turmalin, dan garnet. 


kalaverit – aute2
Sistem kristal
:
Monoklin

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
2,5-3

Berat jenis (BJ)
:
9,24

Kilap
:
Logam

Warna
:
Kuning sampai perak

Gores
:
Abu-abu kekuningan

Optik
:
Opak

Terdapatnya
:
Kalaverit selalu ditemukan dalam ura-urat hidrotermal temperatur rendah, tetapi juga banyak dalam endapan temperatur lebih tinggi. Ia betrasosiasi dengan silvanit


stibnit – sb2s3

Sistem kristal
:
Ortorombik

Belahan
:
Sempurna {010}

Kekerasan
:
2

Berat jenis (BJ)
:
4,63

Kilap
:
Logam berkilauan

Warna
:
Abu-abu timbal

Gores
:
Abu-abu timbal

Optik
:
Transparan, anisotrop, putih sampai abu-abu.

Terdapatnya
:
Ditemukan dalam urat-urat hidrotermal temperatur rendah atau endapan – endapan pengganti dan dalam endapan-endapan air panas. Ia berasosiasi dengan mineral antimon yang mana memiliki bentuk sebagai hasil dari dekompoisi dan dengan galena, sinabar, spalerit, barit, realgar, orpimen, dan emas.


realgar -ass

Sistem kristal
:
Monoklin

Belahan
:
Jelas {010}

Kekerasan
:
1,5-2

Berat jenis (BJ)
:
3.48

Kilap
:
Damar

Warna
:
Orange – kuning sampai merah - orange

Gores
:
Jingga sampai merah

Optik
:
Transparan bilamana segar  ; 2 V = 400; α ^ Z =110

Terdapatnya
:
Dalam urat-urat temperatur rendah berasosiasi dengan orpimen, stibnit, atau sinabar dan berbagai batu gamping dan dolomit juga batu lempung. Sebagai endapan air panas dan sublimasi volkanik.


pirargirit – agsbs2
Sistem kristal
:
Trigonal

Belahan
:
Jelas {1011}

Kekerasan
:
2,5

Berat jenis (BJ)
:
5.85

Kilap
:
Intan

Warna
:
Merah tua

Gores
:
Merah – ungu

Optik
:
Cerah, merah tua,so+

Terdapatnya
:
Banyak terdapat sebagai mineral-mineral terbentuk terakhir dalam urat-urat dengan kalsit, dolomit dan kuarsa berasosiasi dengan argentit dan perak.

4.3. HALIDA
HALIt -NaCl
Sistem kristal
:
Isometrik

Belahan
:
Sempurna {001}

Kekerasan
:
2,5

Berat jenis (BJ)
:
2,16

Kilap
:
Kaca

Warna
:
Bening, kekuningan, kemerahan, biru sampai keunguan

Gores
:
Kuning sampai putih

Optik
:
-

Terdapatnya
:
Dalam sedimentasi yang tebal berubah bentuk oleh evaporit dari air laut yang tertutup lagon-lagon. Karakteristik mineral-mineral asosiasinya adalah dolomit basal, anhidrit, gipsum, polihalit.


silvit - kcl
Sistem kristal
:
Kubik

Belahan
:
Sempurna {100}

Kekerasan
:
2

Berat jenis (BJ)
:
1,9

Kilap
:
Kaca

Warna
:
Bening, putih, keabu-abuan, kebiruan sampai merah

Gores
:
-

Optik
:
Transparan, isotrop

Terdapatnya
:
Sebagai dari halit tapi banyak yang tidak sama hanya pada terdapatnya dalam lapisan paling atas dari bagian garam memiliki konsentrasi  < 1,57% dari volume.


serargirit - agcl
Sistem kristal
:
Kubik

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
2,5

Berat jenis (BJ)
:
5,55

Kilap
:
Damar

Warna
:
Bening bilamana asli, seringnya abu-abu sampai kekuningan.

Gores
:
-

Optik
:
Cerah, isotrop, n = 2,071

Terdapatnya
:
Dalam zona oksidasi dari urat-urat perak perak khususnya dalam daerah yang kering. Berasosiasi dengan perak nativ, limonit, oksida mangan dan juga malahit.


flourit – caf2

Sistem kristal
:
Kubik

Belahan
:
Sempurna {111}

Kekerasan
:
4

Berat jenis (BJ)
:
3,18

Kilap
:
Kaca

Warna
:
Ungu sampai biru, hijau biru, dan hijau.

Gores
:
Putih

Optik
:
Bening sampai ungu muda, isotrop, n = 1,434

Terdapatnya
:
Sebagai mineral pengiring dalam fumarol hidrotermal akhir dari granit. Banyak sebagai sebuah urat mineral khusus dalam mesotermal urat-urat timbal perak, bilamana ia mungkin sebagai mineral gang.

4.4. oksida-hidroksida
kuprit – cu2o

Sistem kristal
:
Kubik

Belahan
:
Tidak jelas {111}

Kekerasan
:
3,5-4

Berat jenis (BJ)
:
6,14

Kilap
:
Sublogam atau intan sampai tanah

Warna
:
Merah

Gores
:
Merah kecoklatan

Optik
:
Opak, anisotrop

Terdapatnya
:
Di dala oksidasi dari urat-urat tembaga, malakit, azurit dan tanda-tanda sulfida primer.


korundum – al2o3
Sistem kristal
:
Trigonal

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
9

Berat jenis (BJ)
:
4,0

Kilap
:
Intan sampai kaca

Warna
:
Bervariasi, abu-abu, merah, muda, kuning, hijau.

Gores
:
-

Optik
:
so 2-1f

Terdapatnya
:
Sebagai mineral pengiring di dalam syenit nefelin. Di dalam pegmatit feldspar dan di dalam kontak metamorfosa batuan serpih dan bouksit. Proses metamorfosa di dalam daerah batugamping, dan juga di dalam endapan letakan.


hematit – fe2o3
Sistem kristal
:
Trigonal

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
5-6

Berat jenis (BJ)
:
4,9-5,26

Kilap
:
Logam

Warna
:
Abu-abu baja sampai hitam besi

Gores
:
Merah gelap sampai coklat –merah

Optik
:
Opak

Terdapatnya
:
Hematit penyebaran meluas dalam berbagai batuan dan semua umur dan bentuk, penting untuk bijih besi. Ia mungkin terjadi sebagai hasil sublimasi dalam hubungannya dengan kegiatan gunungapi. Terjadi dalam endapan–endapan metamorfosa kontak dan sebagai mineral pengiring dalam granit. Ia ditemukan dalam batupasir merah sebagai material penyemen.


ilmenit – fetio3
Sistem kristal
:
Trigonal

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
5-6

Berat jenis (BJ)
:
4,72

Kilap
:
Logam sampai sublogam

Warna
:
Hitam besi

Gores
:
Hitam

Optik
:
Opak, anisotrop

Terdapatnya
:
Sebagai butiran dalam batuan beku basa seperti gabro dan anorthit, sebagai seri ilmenit - magnetit atau ilmenit hematit. Endapan letakan di pantai sebagai ilmenit dan titanomagetit.


spinel – mgal2o4
Sistem kristal
:
Kubik

Belahan
:
Tidak ada

Kekerasan
:
8

Berat jenis (BJ)
:
3,5-4,1

Kilap
:
Kaca

Warna
:
Merah sampai biru, hijau, coklat ada bening.

Gores
:
Putih

Optik
:
Isotrop, n = 1,718

Terdapatnya
:
Terjadi sebagai mineral pengiring di dalam batuan beku basa, banyak dalam pegmatit, dalam proses metamorfosa batuan sedimen alumunium dan xenolit alumunium dalam batuan beku dan dalam kontak metamorfose di dalam batuan gamping.

Share

0 komentar:

Posting Komentar

Thanks buat semua yang sudah kasih komentar

 
;